Home Covid-19, News Epidemiolog: Saat Isoman Anak Positif COVID-19, tetap Perlu di Dampingi
Covid-19News

Epidemiolog: Saat Isoman Anak Positif COVID-19, tetap Perlu di Dampingi

Epidemiolog: Saat Isoman Anak Positif COVID-19, tetap Perlu di Dampingi

Epidemiolog Griffith University, Dicky Budiman, tidak menganjurkan anak-anak utamanya umur di bawah 17 th. melaksanakan isolasi berdiri sendiri (Isoman) sendiri pada tempat yang di sajikan pemerintah. Hal itu karena menurutnya bakal berdampak pada psikologis anak.

“Saya tidak menganjurkan adanya sentralisasi isolasi anak-anak di bawah 17 tahun. Meskipun di dukung dengan anak-anak yang lain, itu bukan ide yang bagus dan cenderung akan menimbulkan masalah psikologi dan lainnya pada anak,” ujar Dicky, Senin.

1. Pemerintah perlu sediakan tempat untuk anak dengan pendamping

Di lansir dari laman stpauljaycees.org, beliau menyebutkan bahwa wajib ada daerah yang di sediakan oleh pemerintah untuk anak yang wajib jalankan isoman. Hal ini di harapkan bisa di realisasikan jika tidak memungkinkan bagi mereka untuk menjalankan isoman di tempat tinggal dengan catatan ada yang tetap mendampingi.

“Mungkin di rumahnya ada kakek, nenek. Dalam konteksi itu bisa ada yang tersentral tapi gak boleh anak sendiri. Gak boleh,” ujar beliau.

2. Dampingan orang dengan risiko kecil

Di kutip dari laman apk idn poker, anak-anak yang terkonfirmasi positif COVID-19 dan butuh isoman menurut Ia perlu di dampingi oleh orang tua atau orang bersama risiko kecil terpapar COVID-19, dan sebagai bentuk literasi Ia terhitung mengemukakan sehingga pemerintah dan pihak lainnya tak merekomendasikan orang tua bersama risiko tinggi untuk menemani anaknya.

“Kalau orang tua masuk ke dalam kategori risiko tinggi ya jangan menemani anaknya. Mungkin kakaknya atau orang dewasa dari keluarga terdekat yang memiliki kemampuan menemani dengan risiko kecil,” kata beliau.

3. Mencukupi nutrisi dan cairan anak

Perawatan anak dengan positif COVID-19 menurut beliau secara mayoritas tidak perlu obat khusus. Sebab umumnya anak-anak bergejalan ringan atau bahkan tidak bergejala.

“Harusnya 90 persen pasien anak itu bisa kita tangani secara isolasi karantina dengan nutrisi, cairan cukup. Dan obat suportif saja yang aman dan sesuai untuk anak itu. Itu yang bisa dan harus kita lakukan untuk mendukung mereka,” kata beliau.

Author

Paul Jaycess